<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Ahmadan</title>
	<atom:link href="http://ahmadan.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ahmadan.blogdetik.com</link>
	<description>Catatan online Ahmadan di dunia maya</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:40:45 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Virus flu burung</title>
		<link>http://ahmadan.blogdetik.com/2011/07/23/virus-flu-burung/</link>
		<comments>http://ahmadan.blogdetik.com/2011/07/23/virus-flu-burung/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<category><![CDATA[Virus flu burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadan.blogdetik.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Virus flu burung diduga ikut menjangkiti ternak ayam di Bone. Dalam dua pekan terakhir, ratusan ayam ditemukan mati mendadak di Pasar Sentral Bone. Salah seorang pedagang ayam, Ahmad, menuturkan, setiap hari terdapat sekitar 50 ekor ayam mati.Kematian ayam itu diduga dipicu masuknya ayam dari Kabupaten Sidrap yang sejak tiga pekan lalu diserang flu burung. “Sebelum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ahmadan.blogdetik.com/2011/07/23/virus-flu-burung/">Virus flu burung</a> diduga ikut menjangkiti ternak ayam di Bone. Dalam dua pekan terakhir, ratusan ayam ditemukan mati mendadak di Pasar Sentral Bone. Salah seorang pedagang ayam, Ahmad, menuturkan, setiap hari terdapat sekitar 50 ekor ayam mati.Kematian ayam itu diduga dipicu masuknya ayam dari Kabupaten Sidrap yang sejak tiga pekan lalu diserang flu burung. “Sebelum ayam ras dari Sidrap masuk, tidak ada ayam yang mati mendadak,” kata dia,kemarin. Dia mengaku merugi jutaan rupiah akibat peristiwa ini, sebab jumlah ayamnya yang mati kini mencapai 250 ekor.<br />
<span id="more-8"></span></p>
<p>Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Haris Handono langsung turun ke lokasi, kemarin. Bone termasuk endemis flu burung yang kadang-kadang bisa menyerang secara sporadis. Namun, dia memastikan ayam yang mati mendadak beberapa hari terakhir ini bukan akibat virus flu burung, melainkan penyakit kolera hijau. Pernyataan dokter hewan ini diungkapkan setelah dilakukan pemeriksaan sampel terhadap satu ekor ayam yang mati.</p>
<p>“Setelah diteliti, ternyata bukan flu burung. Tidak semua ayam yang mati itu karena flu burung,” katanya. Kendati demikian, pedagang ayam disarankan mengandangkan ternaknya, melakukan vaksinasi secara rutin, dan memberi pakan ternak yang baik. Dinas Peternakan Bone juga diakuinya memperketat setiap pintu masuk dengan memeriksa kendaraan yang membawa ayam dari luar.</p>
<p>Setiap ayam yang masuk harus disertai dokumen kesehatan dari instansi terkait tempat ayam tersebut berasal. “Jika kedapatan ada ayam tanpa dokumen, pasti akan dikembalikan ke daerah asal,”tutur dia. Demikian catatan online <a href="http://ahmadan.blogdetik.com/">Ahmadan</a> yang berjudul Virus flu burung.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadan.blogdetik.com/2011/07/23/virus-flu-burung/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengurus DPW Partai Amanat Nasional</title>
		<link>http://ahmadan.blogdetik.com/2011/06/17/pengurus-dpw-partai-amanat-nasional/</link>
		<comments>http://ahmadan.blogdetik.com/2011/06/17/pengurus-dpw-partai-amanat-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 15:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Pengurus DPW Partai Amanat Nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadan.blogdetik.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Ahmdan terlebih dahulu memberikan sundulan untuk keyword Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah. Pengurus DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel memastikan akan mengakomodir kader Partai Bintang Reformasi (PBR) Sulsel yang ingin menjadi calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2014. Sekretaris Umum DPW PAN Sulsel Buhari Kahar Muzakkar mengatakan, diakomodirnya kader PBR tersebut merupakan tindak lanjut peleburan PBR [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ahmdan terlebih dahulu memberikan sundulan untuk keyword <a href="http://www.blogger-indonesia.com/2011/06/tablet-android-honeycomb-terbaik-murah.html">Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah</a>. Pengurus DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel memastikan akan mengakomodir kader Partai Bintang Reformasi (PBR) Sulsel yang ingin menjadi calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2014. Sekretaris Umum DPW PAN Sulsel Buhari Kahar Muzakkar mengatakan, diakomodirnya kader PBR tersebut merupakan tindak lanjut peleburan PBR ke PAN yang dilakukan belum lama ini. “Pencalegan dan penempatan daerah pemilihan (dapil) sudah menjadi pembahasan di tingkat DPP masing-masing partai. Tentunya, kebijakan itu pasti dilanjutkan ke tingkat provinsi dan kabupaten/kota, meski sejauh ini belum ada penyampaian,” jelas Buhari di Gedung DPRD Sulsel, kemarin.</p>
<p>Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini menjelaskan, pihaknya dalam waktu dekat ini akan duduk bersama dengan para pengurus PBR Sulsel untuk membahas sejumlah persiapan dalam menghadapi pemilu mendatang, termasuk penentuan dapil dan nomor urut. “Kemungkinan, mantan kader PBR yang ingin menjadi caleg PAN tingkat Sulsel itu, akan didorong pada dapil 4 dan dapil 6,”ungkapnya. Salah satu pertimbangan ditawarkannya dapil tersebut karena PBR selaku partai pecahan PPP memiliki basis massa yang kuat di daerah tersebut.<br />
<span id="more-7"></span></p>
<p>Dapil 4 meliputi Kabupaten Maros,Pangkep,Barru dan Kota Parepare,sedangkan dapil 6 mencakup Sidrap,Pinrang,Enrekang, dan Toraja. Buhari menambahkan, DPW PAN Sulsel memastikan tidak bisa memasukkan nama kader PBR Sulsel dalam struktur kepengurusan sebab PAN telah menjadwalkan verifikasi partai politik (parpol) pada Senin (20/6) mendatang.Namun, khusus Ketua PBR Sulsel Nur Hasan, dia diprediksi akan menjadi pengurus DPP PAN.</p>
<p>“Memang sudah ada komitmen di tingkat pusat agar kader PBR dimasukkan dalam struktur kepengurusan. Tapi, bagi kami sudah tidak mungkin karena kami sudah mau mendaftar verifikasi,”jelasnya. Ahmadan akan menyundul blog baru kembali dengan keyword <a href="http://www.blogger-indonesia.com/">Blogger Indonesia</a>.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadan.blogdetik.com/2011/06/17/pengurus-dpw-partai-amanat-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rusli</title>
		<link>http://ahmadan.blogdetik.com/2011/01/24/rusli/</link>
		<comments>http://ahmadan.blogdetik.com/2011/01/24/rusli/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 05:11:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadan.blogdetik.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Rusli, pengusaha warga negara Singapura, ditemukan tergeletak di depan kontrakannya di Kompleks Rumah dan Toko Presna Centre Nomor 6, Kecamatan Sagulung, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Rusli diduga sengaja ditelantarkan oleh karyawannya, Boy dan Alek, dengan membiarkan pria tua ini tergeletak di depan rolling door. Dua pekerja ini bahkan sempat menguras harta majikannya sebelum membawa pergi mobil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Rusli" href="http://ahmadan.blogdetik.com/2011/01/24/rusli/" target="_self">Rusli</a>, pengusaha warga negara Singapura, ditemukan tergeletak di depan kontrakannya di Kompleks Rumah dan Toko Presna Centre Nomor 6, Kecamatan Sagulung, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.</p>
<p>Rusli diduga sengaja ditelantarkan oleh karyawannya, Boy dan Alek, dengan membiarkan pria tua ini tergeletak di depan rolling door. Dua pekerja ini bahkan sempat menguras harta majikannya sebelum membawa pergi mobil merek Hyundai milik Rusli.<br />
<span id="more-6"></span><br />
Dalam kondisi sakit, Rusli tak berdaya di atas tilam tipis dan dua bantal, Sabtu (22/1/2011) lalu. Dengan tubuh yang sangat kurus, Rusli mengaku sudah tiga hari tidak makan. Bahkan, dalam sebulan saja berat badan Rusli turun drastis, yang tadinya 60 kg menjadi 40 kg.</p>
<p>Sebelum sakit menggerogoti tubuhnya, Rusli adalah pria yang bertubuh sehat. Sebagai seseorang yang mempunyai jiwa bisnis, hampir setiap minggu Rusli sibuk pergi pulang Singapura-Batam.</p>
<p>Setiap datang ke Batam, Rusli selalu menyempatkan diri untuk singgah di rumah kontrakannya. Di rumah berlantai tiga inilah Rusli menyewakan beberapa bagian kamar untuk tempat kos. Ada delapan kamar, salah satunya sebagai tempat tinggalnya selama di Batam.</p>
<p>&#8220;Saya sudah satu tahun sewa rumah ini. Alek dan Boy itu karyawan saya semua. Alek sebagai sopir, Boy bantu-bantu menjaga kos. Mereka semua ambil uang saya, paspor, surat-surat, dan mobil semua mereka bawa,&#8221; ujar Rusli sembari terbaring lemas.</p>
<p>Rusli mengaku tiga bulan ini penyakitnya menyebar ke beberapa sendi tulangnya. Diduga Rusli mengidap tiga penyakit, yakni pneumoni, bronkitis, dan asma.</p>
<p>Sejak sakit itulah praktis pria yang fasih berbahasa Melayu ini tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan Rusli takut bila berlama-lama di dalam kamar, tidak ada orang yang tahu bila terjadi apa-apa dengan dirinya.</p>
<p>&#8220;Makanya, lebih baik saya tidur di sini. Ada uang saya 2.000 dollar dan Rp 1 juta diambil mereka berdua. Saya tidak bisa pulang ke Singapura karena paspor ada di dalam mobil,&#8221; ujarnya dengan suara terbata-bata.</p>
<p>Sementara di dalam kamar Rusli terdapat beberapa jenis obat-obatan. Rusli juga menghabiskan hari-harinya dengan bermain kartu remi. &#8220;Saya mau ke rumah sakit sudah tidak ada uang lagi,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Chandra, ketua RW setempat, mengaku saat pertama kali ditemukan, kondisi Rusli sudah lemas karena sudah tiga hari tidak makan. Candra berharap Rusli secepatnya bisa dipulangkan ke negaranya karena penyakit Rusli bisa membahayakan warga.</p>
<p>Hermanto, pemilik ruko, menjelaskan, satu bulan lalu dia melihat Rusli masih dalam keadaan sehat. Warga Singapura ini menyewa satu ruko sebagai usahanya dengan harga selama setahun sebesar Rp 24 juta. &#8220;Dia memohon untuk tambah sewa. Bulan kemarin masih sehat, kenapa kurus gini,&#8221; tuturnya. Demikian catatan online <a title="Ahmadan" href="http://ahmadan.blogdetik.com/" target="_self">Ahmadan</a> tentang Rusli.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadan.blogdetik.com/2011/01/24/rusli/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gubernur Sumatera Selatan</title>
		<link>http://ahmadan.blogdetik.com/2010/12/31/gubernur-sumatera-selatan/</link>
		<comments>http://ahmadan.blogdetik.com/2010/12/31/gubernur-sumatera-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 18:18:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadan.blogdetik.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin secara simbolis menyerahkan 651 Daftar Isian Pelaksana (DIPA) 2011 ke instansi vertikal dan SKPD kabupaten/kota se- Sumsel di ruang Graha Bina Praja Pemprov Sumsel,kemarin.

Tahun 2011 ini, DIPA Sumsel mengalami kenaikan 7,6 % dengan total pagu Rp7.185.409.914.000. Sedangkan tahun lalu,hanya sebesar Rp6.639.210.000.000 atau sebanyak 546 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin secara simbolis menyerahkan 651 Daftar Isian Pelaksana (DIPA) 2011 ke instansi vertikal dan SKPD kabupaten/kota se- Sumsel di ruang Graha Bina Praja Pemprov Sumsel,kemarin.<br />
<span id="more-5"></span><br />
Tahun 2011 ini, DIPA Sumsel mengalami kenaikan 7,6 % dengan total pagu Rp7.185.409.914.000. Sedangkan tahun lalu,hanya sebesar Rp6.639.210.000.000 atau sebanyak 546 DIPA.Secara nominal naik sebesar Rp 546.199.914.000. Secara simbolis DIPA tahun 2011 diterima Kodam II Sriwijaya dengan pagu sekitar Rp608 miliar, Polda Sumsel Rp13 miliar,Kejati Sumsel Rp52 miliar, Pengadilan Tinggi Rp15 miliar, BPKP Sumsel Rp17 miliar, Kanwil Pajak Sumsel Rp12 miliar,Kemenag Sumsel Rp7 miliar, sekolah pusat pelaksanaan balai Provinsi Bangka Belitung Rp116 miliar,Dinkes Sumsel Rp54 miliar dan Universitas Sriwijaya (Unsri) Rp595 miliar lebih.</p>
<p>Setelah menerima secara simbolis perwakilan intansi melakukan penandatangan fakta integritas terkait penggunaan anggaran. Gubernur Sumsel Alex Noerdin dalam sambutannya mengatakan, sebagaimana pesan dan intruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pemimpin daerah jangan takut mengambil kebijakan asal seusai dengan koridor yang ada. ”Penyerahan DIPA tahun ini sangat istimewa karena diserahkan sebelum awal tahun.</p>
<p>Artinya, tender boleh dilaksanakan sebelum Januari. Supaya per satu Januari nanti bisa berjalan efektif dan efisien.Setelah DIPA terbit baru tanda tangan kontrak,” jelas Alex. Alex juga kembali menyampaikan pesan SBY supaya segera tindak lanjuti temuan BPK dan bekerja dengan serius. ”Saya baru mendapat informasi,bahwa penyerapan anggaran Sumsel tahun 2010, tertinggi dibandingkan nasional. Kalau Sumsel mencapai sekitar 99,64%, nasional hanya 99,63%.</p>
<p>Berarti ini cerminan kita (Sumsel) bekerja sudah cepat walaupun belum baik,”katanya. Untuk itu,lanjut Alex,pergunakan anggaran yang sudah diterima dengan optimal agar tepat sasaran. ”Kalau dihitung dana APBN yang masuk ke Sumsel tahun ini bisa mencapai Rp17 triliun lebih belum ditambah APBD I dan II bisa Rp 22 triliun lebih,”ungkapnya. ” Belum lagi dana yang masuk dari pihak ketiga atau investasi, kalau itu dimanfaatkan dengan baik, maka akan terjadi perputaran anggaran bisa masuk cepat,” tambahnya.</p>
<p>Terakhir orang nomor satu di Pemprov Sumsel ini berpesan jangan coba-coba melakukan markup. ”Kita akan dengan sangat mudah mengetahui harga pembelian lebih atau lebih mahal nantinya. Contoh,ada SKPD yang menggelar acara di Hotel berbintang, tetapi tarif diskonnya tidak dimasukan dilaporan, melainkan harga normal yang dilaporkannya. Ini akan ketahuan,”ujarnya. Sedangkan Kepala Dirjend Perbendaharaan Pajak Sumsel R Muhammad A Tlap Noor Syamsul menyampaikan,mulai 2011 pemerintah mererapkan sisten penganggaran berbasis kinerja (PBK) dan kerangka pengeluaran jangka menengah (KPJM).</p>
<p>”PBK adalah alokasi penganggaran yang berorientasi pada kinerja (output dan outcomes) yang dihasilkan,” paparnya dalam sambutan penyerahan DIPA 2011 di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel,kemarin. Sedangkan output, sambung dia, merupakan hasil pencapaian suatu kegiatan pada stuan kerja yang diukur berdasarkan indikator kinerja kegiatan. Sementara outcome, hasil pencapaian suatu program pada unit organsisasi Kementerian Negara/Lembaga yang diukur berdasarkan indikator kinerja utama.</p>
<p>”Kalau KPJM adalah, sistem penganggaran yang bergulir (rolling budget), dimana kebijakan dalam penganggaran yang disusun terkait pencapaian kinerja, memberikan dampak anggaran melebihi satu tahun anggaran,” jelasnya. Untuk DIPA Provinsi Sumsel 2011,papar dia,sebanyak 651 DIPA dengan total pagu Rp7.185.409. 914.000 meliputi, DIPA kantor pusat yang berlokasi di daerah dan investasi vertikal kementerian/ lembaga di daerah berjumlah 445 DIPA dengan pagu Rp5.507.538. 263.00.</p>
<p>Kemudian DIPA tugas pembantu untuk SKPD di provinsi kabupaten/kota jumlahnya 121 DIPA, dengan pagu Rp 426.085. 986.000. Lalu, DIPA dekonsentrasi untuk SKPD provinsi berjumlah 70 DIPA dengan pagu Rp434.379. 236.000. Sedangkan DIPA urusan bersama untuk SKPD kabupaten/- kota berjumlah 11 DIPA dengan pagu Rp179.640.425.000. Terakhir DIPA yang diserahkan ke kantor pusat untuk Kementerian Pertahanan Keamanan berjumlah 4 DIPA dengan nilai Rp637.766. 004.000.</p>
<p>Khusus DIPA Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) daerah dilaksanakn di Jakarta, masing-masing dalam satu DIPA untuk seluruh Indonesia. ”Pemberian dana kepada daerah melalui proses transfer ke rekening masing-asing daerah sehingga tidak lagi melakukan proses pencairan ke kantor pelayanan perbendaharaan negara (KPPN),”jelasnya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadan.blogdetik.com/2010/12/31/gubernur-sumatera-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>TPM Butuh Tambahan Fasilitas</title>
		<link>http://ahmadan.blogdetik.com/2010/10/16/tpm-butuh-tambahan-fasilitas/</link>
		<comments>http://ahmadan.blogdetik.com/2010/10/16/tpm-butuh-tambahan-fasilitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 06:14:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmadan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[TPM Butuh Tambahan Fasilitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ahmadan.blogdetik.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Jumlah arus bongkar muat di Terminal Peti Kemas Makassar (TPM) sekarang melebihi kapasitas,sehingga membutuhkan penambahan ruang dan fasilitas untuk mendukung kegiatan bongkar muat.

Sekretaris Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Sulawesi Selatan Andi Maruddani Pangerang mengatakan, jumlah arus bongkar muat barang di Terminal Peti Kemas Makassar saat ini mencapai 400.000 twenty-feet equivalent unit (TEUs). “Daya tampung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jumlah arus bongkar muat di Terminal Peti Kemas Makassar (TPM) sekarang melebihi kapasitas,sehingga membutuhkan penambahan ruang dan fasilitas untuk mendukung kegiatan bongkar muat.<br />
<span id="more-4"></span><br />
Sekretaris Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Sulawesi Selatan Andi Maruddani Pangerang mengatakan, jumlah arus bongkar muat barang di Terminal Peti Kemas Makassar saat ini mencapai 400.000 twenty-feet equivalent unit (TEUs). “Daya tampung di terminal peti kemas melebihi kapasitas karena sebenarnya kemampuan daya muat hanya sekitar 350.000 TEUs,” kata dia di Makassar kemarin.</p>
<p>Dia mengharapkan adanya penambahan ruang di pelabuhan yang kondisinya tidak mampu lagi menampung jumlah barang yang masuk ke kawasan tersebut. Dia khawatir penerapan national single windows (NSW) di Pelabuhan Makassar akan memengaruhi kegiatan kalangan pelaku jasa kepelabuhanan dalam menjalankan bisnis.</p>
<p>“Pembukaan Pelabuhan Makassar sebagai pelabuhan impor bersama beberapa pelabuhan lain di Indonesia menuntut adanya penambahan kapasitas daya tampung di terminal peti kemas,” kata dia. Apalagi,Terminal Peti Kemas Pelabuhan Makassar dituntut harus beroperasi selama 24 jam.Jika dulu hanya 1:5,artinya peti kemas sehari di kapal dan lima hari di halaman terminal, saat ini harus ditingkatkan menjadi 1:3 sehingga peti kemas tidak lama tinggal di halaman terminal.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ahmadan.blogdetik.com/2010/10/16/tpm-butuh-tambahan-fasilitas/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.474 seconds -->

